• Potensi sumber Daya (Alam dan Manusia) Desa Mangkon



    Sumber Daya Alam Desa Mangkon



    Desa Mangkon, kecamatan  Arosbaya memiliki beberapa potensi sumber daya alam, antara lain: kacang tanah, padi, jagung, kacang panjang, singkong serta beberapa tanaman yang menghasilkan buah seperti rambutan, pisang, kelengkeng, serta mangga. Kacang tanah merupakan potensi sumber daya alam di Mangkon yang paling besar. Menurut data dari Badan Pusat Statistik tahun 2015, desa Mangkon menghasilkan kacang tanah sekitar 37,5 ton pertahun dengan luas panen 15 Ha. Kacang Mangkon mempunyai rasa khas, yaitu lebih berlemak serta bentuk kacang yang lebih besar dibandingkan kacang yang ada di pasaran pada umumnya. Penanaman kacang Mangkon dilakukan pada musim penghujan, sebab kacang membutuhkan air yang banyak, sehingga para petani kacang memanfaatkan air hujan untuk menyirami kacang. Untuk menanam kacang hanya dibutuhkan beberapa butir kacang yang diletakkan di tanah. Kacang dapat dipanen setelah tiga bulan dari awal penanaman.  



    Dalam setahun, petani Mangkon  bisa memanen kacang mereka sebanyak dua kali. Warga Mangkon biasanya memasarkan hasil pertaniannya di Pasar Bunten sekitar 300 meter dari desa Mangkon Arosbaya. Menurut warga, harga yang dipatok dari kacang tersebut berkisar Rp. 125.000,00 perember besar dengan keadaan kacang yang masih ada kulitnya, sedangkan kacang yang sudah dilepas kulitnya biasanya dijual sekitar Rp. 22.000,00 – Rp. 24.000,00 perkilo tergantung dari kelangkaan kacang. 
    Jenis tanah di Desa Mangkon sebagian besar meruapakan tanah laterit atau sering disebut juga dengan istilah tanah merah, tanah ini berwarna merah hingga coklat yang terbentuk pada lingkungan yang lembab. Secara spesifik tanah merah memilki profil tanah yang dalam mudah menyerap air memilki kandungan bahan organik yang sedang dan ph netral hingga asam dan banayak mengandung zat besi dan aluminium sehingga baik digunakan untuk lahan perkebunan seperti jagung, kcang, singkong dan lain sebagainya.
    Di sepanjang jalan desa Mangkon bagian selatan terdapat banyak tanaman jagung serta singkong, biasanya warga memanfaatkannya untuk dijual di pasar Bunten sebagai tambahan penghasilan. Menurut data BPS, warga mangkon menghasilkan jagung 7,50 ton dengan luas panen 1 Ha. Selain itu, warga biasanya memanfaatkan pekarangan untuk menanam berbagai buah-buahan seperti rambutan, kelengkeng, pisang, mangga, dan berbagai buah lainnya. Buah hasil panen warga banyak yang dijual serta dikonsumsi sendiri. Pada saat musim panen, harga pasaran buah rambutan biasanya murah, sehingga banyak yang rugi.

    Di bagian dusun tengah dan utara Desa Mangkon terdapat tanaman saroja. Saroja biasanya di taman setelah musim kacang dan dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti sapi serta kambing.