• Infrastruktur Desa Mangkon



    Desa Mangkon adalah salah satu desa dengan jumlah penduduk paling sedikit di Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan. Desa dengan kekayaan alam berupa kacang tanah membuat Desa Mangkon dikenal oleh warga sekelilingya. Mata pencaharian sebagian penduduk Desa Mangkon adalah sebagai petani. Akan tetapi,  dengan jumlah penduduk yang sedikit Desa Mangkon tetap bisa menghasilkan sumber daya alam yang sangat melimpah yakni kacang tanah. Untuk mempermudah dan memberikan layanan kepada masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas warga, pemerintah desa memberikan fasilitas serta sarana dan prasarana  desa atau yang sering dikenal dengan infrastruktur.
    Pasal 78 ayat 1 dan 2 UU No. 4 Tahun 2014 dikatakan pembangunan desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan. Bertitik tolak pada permasalahan diatas, dibutuhkan keterlibatan atau tindakan yang aktif dari pemerintah desa/warga setempat untuk memberikan infrastruktur yang memadai bagi desa.
    Infrastruktur didefinisikan sebagai fasilitas atau struktur dasar, peralatan, instalasi yang dibangun dan yang dibutuhkan untuk berfungsinya sistem sosial dan sistem ekonomi masyarakat. Infrastruktur memiliki peran penting sebagai mediator  antara sistem ekonomi dan sosial dalam tatanan kehidupan manusia dan lingkungan. Dalam infrastruktur mencakup beberapa aspek diantaranya :
    1.      Pengairan
    2.      Distribusi dan produksi


    3.      Akses jalan


    4.      Bangunan


    5.      Pelayanan transportasi


    6.      Pengelolaan limbah
    7.      Pembuangan sampah
    8.      Penerangan jalan


    9.      Pembuangan air
     
    Perairan di Desa Mangkon memiliki beberapa kendala dalam pengairan kebun. Masyarakat Desa Mangkon mengairi kebunnya dengan memanfaatkan air hujan. Oleh sebab itu, warga Desa Mangkon menanam kacang tanah hanya di musim hujan saja. Sebab, di Desa Mangkon tidak terdapat saluran pipa ataupun saluran pembuangan air yang mengarah ke kebun. Dikarenakan beberapa kebun permukaan tanahnya lebih tinggi dari saluran pembuangan air, hanya beberapa kebun yang permukaan tanahnya lebih rendah dari saluran pembuangan air sehingga dapat dialiri air. Dalam kehidupan sehari-hari, warga Desa Mangkon memanfaatkan air sumur dalam aktivitas sehari-hari seperti mandi dan mencuci.
    Kacang tanah di Desa Mangkon didistribusikan langsung kepada pengepul kacang tanah yang kemudian dijual ke pasar. Sehingga warga hanya menjual kacang tanah tanpa diolah terlebih dahulu. Dalam proses produksi, beberapa warga menggunakan mesin pengupas kulit kacang yang terdapat di rumah Kepala Desa. Di Desa Mangkon terdapat dua mesin pengupas kulit kacang. Satu mesin masih berfungsi hingga kini masih digunakan oleh warga. Sedangkan mesin pengupas kulit kacang yang lainnya rusak.
    Akses jalan masuk Desa Mangkon banyak mengalami kerusakan yang diakibatkan pengikisan oleh air hujan sehingga timbulnya beberapa lubang besar yang terdapat di tengah jalan. Jalan di Desa Mangkon masih dibilang sempit, hanya untuk satu jalur mobil saja yang dapat melintasi jalan. Untuk menuju Desa Mangkon dapat melalui jalan utama pintu masuk selatan dan utara. Dari pintu masuk sebelah utara terdapat pondok pesantren sebagai penanda pintu masuk Desa Mangkon sedangkan pintu masuk sebelah selatan ditandai dengan adanya batas sekolah Dlemer.
    Infrastruktur sarana dan prasana  bangunan yang ada di Desa Mangkon diantaranya terdapat beberapa bangunan musholla yang terdapat di rumah penduduk, tempat pemakaman umum, pondok pesantren, polindes dan beberapa sumur. Desa Mangkon tidak terdapat bangunan seperti sekolah dasar dan balai pertemuan. Untuk mengadakan pertemuan, warga berkumpul di rumah kepala desa. Sehingga pusat kegiatan warga terdapat di rumah Kepala Desa.
    Transportasi umum yang biasa digunakan di Desa Mangkon yakni dokar. Dokar beroperasi pada pagi hari ketika warga Desa Mangkon hendak pergi ke pasar. Serta ada beberapa jenis transportasi lainnya yakni “kol” atau kendaraan sejenis seperti angkutan umum yang berupa mobil untuk membawa barang-barang warga sepulang dari pasar atau tempat umum lainnya.
    Untuk limbah di Desa Mangkon, warganya kurang bisa  memaksimalkan hasil limbahnya terutama limbah kacang tanah. Warga Desa Mangkon kebanyakan langsung membuang begitu saja limbahnya tanpa ada keinginan untuk mengolahnya kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Sedangkan kulit kacang tanah dapat dimanfaatkan untuk berbagai kerajinan. Limbah kulit kacang tanah terkadang hanya dibakar dan terkadang juga diratakan di tanah.
    Desa Mangkon tidak memiliki Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Warga Desa Mangkon membuang sampah di halaman rumah sendiri kemudian dibakar. Sehingga di Desa Mangkon tidak terdapat tempat khusus untuk mengolah sampah. Warga desa Mangkon membiasakan langsung membakar Sampah dari pada menimbunnya.
    Penerangan Jalan di Desa Mangkon hanya terdapat di sekeliling rumah-rumah penduduk saja. Penerangan jalan di area kebun tidak ada penerangan. Sehingga beberapa jalan di Desa Mangkon sebagian gelap. Jalan-jalan utama di desa Mangkon terutama di jalan utama utara dan selatan terdapat penerangan yang mencukupi pada malam hari.
    Saluran pembuangan air di Desa Mangkon menjurus ke arah kebun yakni kebun desa Dlemer. Aliran air dari Desa Mangkon berakhir di kebun Desa Dlemer. Dengan tujuan untuk mengairi kebun yang ada di Desa Dlemer karena permukaan tanah Desa Mangkon lebih tinggi dari Desa Dlemer.
  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.